Selasa, 31 Maret 2015

Social Media

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blogjejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content".

Jenis - Jenis Media Sosial

1. Facebook
Jejaring sosial ini adalah sangat poluler di Indonesia, jejaring sosial yang di buat oleh Mark Zukerberg ini situs yang paling banyak di kunjungi oleh masyarakat Indonesia dengan pengguna sekitar jutaan. Dan di dunia mempunyai sekitar satu milyar pengguna. Banyak kalangan yang mempunyai akun facebook baik dari petani, pelajar, mahasiswa hingga presiden. Indonesia adalah pengguna facebook ke – 4 di dunia setelah amerika serikat, brazil dan india.

2. Twitter
Salah satu jejaring sosial pesaing berat facebook ini juga menjadi situs jejaring sosial terpopuler di Indonesia. Jejaring sosial ini lagi sedang hangat di bicarakan di masyarakat Indonesia. Walaupun setiap karakter dibatasi 140 karakter, tapi masih tetap saja di sukai banyak orang. Indonesia adalah pengguna twitter ke – 5 terbesar di dunia.

3. Path
Jejaring sosial ini tergolong baru tetapi sudah banyak menyedot perhatian di Indonesia maupaun dunia. Pengguna path bisa menginformasikan sesuatu melalui gambar, foto serta video. Yang membuatnya menarik adalah path di desain sebagai media untuk berbagi informasi kepada orang – orang terdekat anda seperti keluarga dan teman. Di Indonesia pengguna path termasuk sangat besar yaitu dengan pengguna satu perlima path di dunia adalah orang Indonesia.

4. Google plus
Jejaring sosial ini adalah ciptaan dari raksasa internet yaitu google yang berusaha menyaingi ketenaran facebook dan twitter. Di Indonesia google plus tergolong populer tetapi tidak sepopuler dengan facebook. Inilah yang menjadikan PR google agar jejaring sosialnya bisa setara dengan facebook dan twitter.

5. Instagram
Situs jejaring sosial ini menjadi buah bibir di tengah – tengah masyarakat Indonesia. Kelebihannya instagram dengan jejaring sosial lainnya adalah dapat memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto lalu memfilter foto tersebut kemudian bisa di posting ke berbagai macam jejaring sosial lainya seperti facebook dan twitter. Pengguna instagram di Indonesia termasuk banyak dan terbesar.

6. Youtube
Youtube adalah salah satu jejaring sosial yang paling banyak di gemari di Indonesia dari sekian banyak jejaring sosial yang ada. Kelebihannya adalah youtube unggul di bidang video dimana pengguna bisa mengunggah, menonton, mengunduh dan berbagi video melalui jejaring sosial lainnya.

7. Line
Layanan jejaring sosial yang fokus dalam chating ini membuat masyarakat Indonesia kepincut. Line kebanyakan di gunakan di smartphone. Sekarang line mengembangkan yaitu tidak hanya bisa di akses di smarphone tetapi juga bisa di akses di laptop dan tablet. Dan jejaring sosial ini mampu mengalahakan pesaingnya yaitu we chat, whatsapp dan kakaotalk.

8. Kaskus
Kaskus adalah jejaring sosial yang berbasis forum di buat tiga orang asli Indonesia ini menjadikannya salah satu jejaring sosial kebanggaan Indonesia. Penggunanya dapat berbagi informasi dan berteman di forum tersebut. Bukan hanya populer di Indonesia, tetapi juga populer di Negara tetangga kita yang salah satunya adalah Malaysia, Singapura dll.

9. Linkedin
Masyarakat Indonesia banyak hingga jutaan pengguna linkedin terutama untuk pebisnis dan pekerja profesional. Di Indonesia pengguna jejaring sosial ini menempati posisi ke tiga terbesar di dunia.

10. Foursquare

Merupakan jejaring sosial berbasis lokasi yang memungkinkan penggunanya dapat berbagi informasi lokasi ke teman temannya seputar lokasi tempat makan, hiburan, karaoke, dan lain – lain sehingga membuat masyarakat Indonesia ingin membuat akun di foursquare.

Dampak Positif
• Sebagai tempat promosi Dengan banyaknya orang yang menggunakan jejaring sosial, membuka kesempatan kita untuk mempromosikan produk/jasa yang kita tawarkan
• Ajang memperbanyak teman, Dapat menambah teman baru maupun relasi bisnis dengan mudah
• Sebagai media komunikasi, Mempermudah komunikasi kita dengan orang-orang, baik dalam maupun luar negeri Tempat mencari informasi, Banyak juga instansi pencari berita yang menggunakan media sosial sebagai media penyeberannya
• Tempat berbagi, Dengan fitur yanga ada pada media sosial kita dapat dengan mudah saling bertukar data baik berupa foto, dokumen, maupun pesan suara.
Dampak Negatif
• Munculnya tindak kejahatan, Banyak juga orang yang menggunakan media sosial sebagai alat untuk melakukan kejahatan seperti contohnya penculikan dan penipuan
• Mengganggu hubungan antar pasangan, Media sosial juga dapat memicu kecemburuan antar pasangan jika memang pasangan itu berhubungan yang tidak wajar dengan orang lain
• Menimbulkan sifat candu, Media sosial juga dapat menimbulkan candu yang dapat mengakibatkan sifat penggunanya menjadi autis atau lebih menutup diri pada kehidupan sekitar

Seperti itulah dampak negatif dan positif dari penggunaan media sosial, tetapi semua kembali lagi kepada orang yang menggunakannya. Media sosial hanyalah alat pengubung dan kita selaku pengguna harus menggunakannya dengan baik dan bijak.

Sumber :

Senin, 09 Maret 2015

Virtualisasi & No SQL

Virtualisasi

Dalam ilmu komputer, virtualisasi (virtualization) adalah istilah umum yang mengacu kepada abstraksi dari sumber daya komputer. Definisi lainnya adalah "sebuah teknik untuk menyembunyikan karakteristik fisik dari sumber daya komputer dari bagaimana cara sistem lain, aplikasi atau pengguna berinteraksi dengan sumber daya tersebut. Hal ini termasuk membuat sebuah sumber daya tunggal (seperti server, sebuah sistem operasi, sebuah aplikasi, atau peralatan penyimpanan terlihat berfungsi sebagai beberapa sumber daya logikal; atau dapat juga termasuk definisi untuk membuat beberapa sumber daya fisik (seperti beberapa peralatan penyimpanan atau server) terlihat sebagai satu sumber daya logikal.

Dengan virtualisasi, beberapa sistem operasi dapat berjalan secara bersamaan pada satu buah komputer. Hal ini tentunya dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah perusahaan. Di masa akan datang, teknologi virtualisasi akan banyak digunakan baik oleh perusahaan yang bergerak dibidang teknologi informasi maupun yang tidak murni bergerak di bidang teknologi informasi namun menggunakan teknologi informasi sebagai sarana untuk memajukan usahanya.

Menurut Alan Murphy dalam papernya Virtualization Defined – Eight Different Ways, menyebutkan setidaknya terdapat delapan istilah dalam penerapan virtualisasi. Diantaranya adalah operating system virtualization, application server virtualization, application virtualization, management virtualization, network virtualization, hardware virtualization, storage virtualization dan service virtualization.

Dalam hardware virtualization, perangkat lunak bekerja membentuk sebuah virtual machine yang bertindak seolah-olah seperti sebuah komputer asli dengan sebuah sistem operasi terinstall di dalamnya. Salah contoh yang mudah misalkan terdapat satu buah komputer yang telah terinstall GNU/Linux Linux Mint. Kemudian dengan menggunakan perangkat lunak virtualisasi misalnya Virtualbox, kita dapat menginstall sistem operasi lain sebagai contoh Windows XP atau FreeBSD.

Sistem operasi yang terinstall di komputer secara fisik dalam hal ini Linux Mint disebut sebagai host machine sedangkan sistem operasi yang diinstall diatasnya dinamakan guest machine. Istilah host dan guest dikenalkan untuk memudahkan dalam membedakan antara sistem operasi fisik yang terinstall di komputer dengan sistem operasi yang diinstall diatasnya atau virtualnya.

Perangkat lunak yang digunakan untuk menciptakan virtual machine pada host machine biasa disebut sebagai hypervisor atau Virtual Machine Monitor (VMM). Menurut Robert P. Goldberg dalam tesisnya yang berjudul Architectural Principles For Virtual Computer Systems pada hal 23 menyebutkan bahwa tipe-tipe dari VMM ada 2 yaitu: 

  • Type 1 berjalan pada fisik komputer yang ada secara langsung. Pada jenis ini hypervisor/VMM benar-benar mengontrol perangkat keras dari komputer host-nya. Termasuk mengontrol sistem operasi-sistem operasi guest-nya. Contoh implementasi yang ada adalah KVM dan OpenVZ. Adapun contoh yang lain seperti VMWare ESXi, Microsoft Hyper-V.
  • Type 2 berjalan pada sistem operasi diatasnya. Pada tipe ini sistem operasi guest berada diatas sistem operasi host. Contoh tipe ini adalah VirtualBox.
Jenis Virtualisasi Perangkat Keras Meliputi :

  1. Para-virtualisasi : Perangkat keras tidak disimulasikan tetapi perangkat-lunak tamu berjalan dalam domainnya sendiri seolah-olah dalam sistem yang berbeda. Dalam hal ini perangkat-lunak tamu perlu disesuaikan untuk dapat berjalan.
  2. Virtualisasi sebagian : Tidak semua aspek lingkungan disimulasikan tidak semua perangkat-lunak dapat langsung berjalan, beberapa perlu disesuaikan untuk dapat berjalan dalam lingkungan virtual ini.
  3. Virtualisasi penuh : Hampir menyerupai mesin asli dan mampu menjalankan perangkat lunak tanpa perlu diubah.
Vitualisasi perangkat-keras harus dibedakan dengan emulasi perangkat-keras. Pada emulasi perangkat-keras sebuah perangkat-keras meniru kerja perangkat-keras lain, sementara pada virtualisasi perangkat-keras sebuah hypervisor (sebuah software) meniru kerja perangkat keras tertentu atau bahkan keseluruhan komputer. Lebih lanjut hypervisor jangan dirancu dengan emulator. Keduanya mempunyai definisi yang sama tapi domain pembicaraannya berbeda.

NO SQL

No SQL adalah sistem menejemen database yang berbeda dari sistem menejemen database relasional yang klasik dalam beberapa hal. NoSQL mungkin tidak membutuhkan skema table dan umumnya menghindari operasi join dan berkembang secara horisontal. Akademisi menyebut database seperti ini sebagai structured storage, istilah yang didalamnya mencakup sistem menejemen database relasional.

Database relasional sudah ada semenjak tahun 70-an sehingga teknologi mereka sudah sangat matang. Secara umum mereka mendukung operasi transaksi, yang mengijinkan kita merubah sebagian data, melakukan kontrol terhadap operasi database, support terhadap constraint seperti unique, primary key, foreign key dan check. Mereka juga memiliki bahasa SQL atau Simplified Query Language untuk mengakses data, merubah data seperti operasi insert, update dan delete.

Walaupun SQL dalam arti sesungguhnya adalah simple atau sederhana, dan developer selama bertahun tahun menggunakannya, tetapi mereka merasa kurang puas bahkan cenderung tidak menyukainya. Alasan lainnya, RDBMS atau Relational Database Management System tidak dapat berkembang horisontal secara baik. Seringnya kita mendapatkan database yang berkembang tetapi secara read-only melalui kemampuan replikasi database dan untuk mendapatkan database yang berkembang horisontal secara read-write itu sangat sulit. Oracle saja sampai perlu membangun ORACLE RAC atau Real Application Cluster, yang menemui banyak tantangan untuk melakukan sinkronisasi data di internal cache melalui inter-koneksi khusus. Faktanya, perubahan data yang terjadi itu memerlukan waktu untuk mengirimkannya ke berbagai sistem. Selama data tersebut belum terkirimkan, kita memakai data yang tidak valid atau stale data/delta data.

Metode NoSQL selanjutnya adalah graph-oriented, yaitu jenis database NoSQL yang menggunakan struktur graph dengan node, edge dan properties untuk menyimpan datanya. Metode ini digunakan oleh Infinite Graph, InfoGrid, Neo4J dan lain-lain.

Yang terakhir adalah key-value store. Hampir sama seperti document-oriented database, yang berbeda adalah media penyimpanannya. Dalam key-value store, data tidak langsung disimpan dalam disk seperti database pada umumnya. Data disimpan dalam memori komputer dan sesekali data dalam memori ditulis ke disk.

Penyimpanan data dalam memori menyebabkan proses query akan lebih cepat, karena tidak perlu lagi mengambil data dari disk. Key-Value Stores, cara ini digunakan oleh REDIS, Tokyo Cabinet, Azure Table Storage dan lain-lain.
Mengapa banyak yang beralih ke NoSQL terlebih koorporasi atau perusahaan – perusahaan besar yang menggunakan data yang banyak. Pada hari ini terdapat 3 hal besar yang mempengaruhi perkembangan ini yaitu Jumlah User yang Banyak, Jumlah Data yang besar dan yang terakhir teknologi terbaru yaitu cloud computing. Dan dengan 3 hal besar diatas juga menjadikan database system harus mampu bergerak secara :
  1. Data harus bisa bergerak secara flexible
  2. Harus mampu bergerak secara cepat dengan data dan user yang besar
  3. Dan yang terakhir peningkatan performa untuk dapat memuaskan user yang menginginkan pengolahan data yang cepat.
Dan ketiga hal tersebutlah yang diharapkan mampu didatangkan oleh NoSQL dengan metode – metodenya. Karena NoSQL memiliki model data yang lebih flexible daripada Relational database. Jika pada relational database memasukkan data pada table – table yang terrelasi dan ditiap table – table tersebut terdapat baris dan kolom untuk menyimpan infomasi – informasi yang ada. Referensi tiap table yang terelasi berasal dari foreign key dimasing – masing table. Sebenarnya cara penyimpanan ini meminialisir penggunaan data karena penyimpanan tiap data hanya pada satu tempat. Tetapi penyimpanan yang kecil ini lama kelamaan akan menjadi besar jika tingkat kekompleksan database tersebut bertambah. Karena jika akan melakukan pencarian data maka data tersebut akan dilook-up atau dicari dibanyak table bahkan bisa mencapai ratusan table yang tersebar dan menggabungkannya sebelum disajikan di website atau aplikasi.



Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Virtualisasi
http://dosen.gufron.com/artikel/pengertian-virtualisasi/8/
http://ebbyboooy.blogspot.com/2014/01/jaringan-komputer-menggunakan-teknologi.html
http://ruang-it.com/apa-itu-virtualisasi-2/
http://www.candra.web.id/2014/02/27/pengantar-database-nosql-dan-mongodb/
http://nareswara.com/2011/07/06/apa-itu-nosql-database/
http://en.wikipedia.org/wiki/NoSQL
http://www.mongodb.com/nosql-explained

Grid Computing

Grid Computing

      Grid Computing adalah sebuah sistem komputasi terdistribusi, yang memungkinkan seluruh sumber daya (resource) dalam jaringan, seperti pemrosesan, bandwidth jaringan, dan kapasitas media penyimpan, membentuk sebuah sistem tunggal secara vitual. Seperti halnya pengguna internet yang mengakses berbagai situs web dan menggunakan berbagai protokol seakan-akan dalam sebuah sistem yang berdiri sendiri, maka pengguna aplikasi Grid computing seolah-olah akan menggunakan sebuah virtual komputer dengan kapasitas pemrosesan data yang sangat besar.
      Grid computing sebenarnya merupakan sebuah aplikasi pengembangan dari  jaringan komputer (network). Hanya saja, tidak seperti jaringan komputer konvensional yang berfokus pada komunikasi antar pirati (device), aplikasi pada Grid computing dirancang untuk memanfaatkan sumber daya pada terminal dalam jaringannya. Grid computing biasanya diterapkan untuk menjalankan sebuah fungsi yang terlalu kompleks atau terlalu intensif untuk dikerjakan oleh satu sistem tunggal.
      Grid Computing itu sendiri adalah sebuah sistem komputasi terdistribusi, yang memungkinkan seluruh sumber daya (resource) dalam jaringan, seperti pemrosesan, bandwidth jaringan, dan kapasitas media penyimpan, membentuk sebuah sistem tunggal secara vitual. Seperti halnya pengguna internet yang mengakses berbagai situs web dan menggunakan berbagai protokol seakan-akan dalam sebuah sistem yang berdiri sendiri, maka pengguna aplikasi Grid computing seolah-olah akan menggunakan sebuah virtual komputer dengan kapasitas pemrosesan data yang sangat besar.




Karakteristik Grid Computing :

  1. Large Scale (berskala besar). Grid Computing harus mampu menangani sejumlah sumber daya mulai dari hanya beberapa untuk jutaan. Hal ini menimbulkan masalah yang sangat serius untuk menghindari penurunan kinerja potensial sebagai ukuran meningkan  jaringan. 
  2. Distribusi geografis. Sumber daya grid computing memungkin lokasi di tempat yang jauh.
  3. Heterogenitas. Grid computing menyediakan perangkat lunak dan perangkat keras sumber daya yang sangat bervariasi mulai dari data, file, komponen perangkat lunak atau program untuk sensor, instrumen ilmiah, perangkat layar, penyelenggara pribadi digital, komputer, super-komputer dan jaringan. 
  4. Resource Sharing. Sumber daya milik berbagai organisasi dapat diakses oleh organisasi lainnya (pengguna).
  5. Multiple administrations. Setiap organisasi dapat membentuk keamanan yang berbeda dan kebijakan administratif di mana sumber daya yang dimiliki dapat diakses dan digunakan.
  6. Resource coordination. Sumberdaya dalam grid computing harus dikoordinasikan untuk memberikan kemampuan komputasi yang handal. 
  7. Transparent access. Grid computing harus dilihat sebagai komputer virtual yang tunggal.
  8. Dependable access. Grid computing harus menjamin pemberian pelayanan di bawah persyaratan Quality of Service (QoS). Kebutuhan layanan yang handal adalah kebutuhan mendasar sejak pengguna membutuhkan jaminan bahwa mereka akan menerima prediksi , berkelanjutan dan menunjang performa dengan tinggi kinerja.
  9. Dependable access. Grid computing harus menjamin pemberian pelayanan di bawah persyaratan Quality of Service (QoS). Kebutuhan layanan yang handal adalah kebutuhan mendasar sejak pengguna membutuhkan jaminan bahwa mereka akan menerima prediksi , berkelanjutan dan menunjang performa dengan tinggi kinerja.
  10. Pervasive access. Grid harus memberikan akses ke sumber daya yang tersedia dengan beradaptasi dengan lingkungan yang dinamis di mana kegagalan sumber daya adalah hal yang lumrah. Sistem menentukan bagaimana cara memenuhi kebutuhan konsumen seiring dengan mengoptimasi jalannya sistem secara keseluruhan.

Elemen - Elemen Dalam Grid Computing :

  1. Hardware
  2. Software
  3. Brainware
  • Hardware dalam komputasi grid mencakup perangkat penyimpanan, prosesor, memori, jaringan, dan software yang di desain untuk mengelola hardware ini, misalnya database, manajemen penyimpan, manajemen sistem, server aplikasi, dan sistem operasi. Hardware pada grid komputing di atur secara lokal, dan hardware yang berbeda memiliki kebijakan dan cara kerja yang berbeda. Hardware dan user grid komputing sering bersifat dinamis tergantung penerapan grid tersebut.
  • Software merupakan suatu perangkat yang menghubungkan semua middleware-nya. Middleware itu sendiri adalah bagian dari software, yaitu lapisan sofware yang terletak antara sistem operasi dan aplikasi yang berfungsi sebagai penghubung komunikasi antar-objek dari sistem yang berbeda. Unsur-unsur dasar suatu middleware adalah keamanan (security), pengaturan sumber daya (resource management), pengaturan data (data management), dan layanan informasi (information services). Contoh beberapa middleware adalah Globus Toolkit, Gridbus, Microsoft’s COM/DCOM, Unicore, dan masih banyak contoh-contoh middleware lainnya.
  • Brainware dalam komputasi grid hanya meliputi pemelihara dan pemakai grid. Dahulu grid computing cenderung hanya di pakai oleh para ilmuan untuk kepentingan ilmiah. Pada saat itu memang ekspose terbesar lebih banyak pada proyek-proyek sains, seperti riset genetika, fisika dan yang paling terkenal adalah proyek SETI ( Search for Extra Terrestrial Intelligence ) atau riset pencari kehidupan di luar bumi. Hal ini memunculkan persepsi bahwa teknologi komputasi grid ini sulit di terima di kalangan non-ilmuan, terutama di kalangan bisnis. Namun, sekarang penerapan komputasi grid telah merambah penggunaanya bukan hanya pada proyek sains saja. Bahkan baru-baru ini, teknologi grid computing telah di kenalkan pada dunia enterpreneur dan mendapat banyak respon positif. Orang yang memelihara dan menggunakan teknologi grid computing ini, berdasarkan penelitian penggunaannya akan meluas pada:
  • jaringan penelitian publik bagi para peneliti dan ilmuan
  • layanan (service), artinya grid computing tidak lagi hanya bersifat komputasional
  • berbagai institusi keuangan, seperti perbankan 
  • Service Oriented Architecture (SOA), yaitu enkapsulasi sekumpulan aplikasi sebagai interface tunggal yang dapat di rekonfigurasi. 

Topologi Grid Computing :


  1. Intragrid. Sebuah intragrid topologi khas, ,ada dalam satu organisasi, menyediakan set dasar layanan Grid. Organisasi tunggal dapat terdiri dari sejumlah komputer yang  berbagi domain keamanan bersama, dan berbagi data internal di jaringan pribadi. Karakteristik utama dari intragrid adalah penyedia keamanan tunggal, bandwidth pada  jaringan pribadi yang tinggi dan selalu tersedia, dan ada satu lingkungan dalam satu  jaringan. Dalam sebuah intragrid, lebih mudah untuk merancang dan mengoperasikan komputasi grid dan data. Sebuah intragrid menyediakan satu set yang relatif statis sumber daya komputasi dan kemampuan untuk dengan mudah berbagi sistem jaringan antar data. Bisnis mungkin dianggap yang sesuai intragrid jika bisnis memiliki inisiatif untuk mendapatkan skala ekonomi pada pekerjaan manajemen internal atau ingin memulai mengeksplorasi penggunaan grid internal terlebih dahulu mengaktifkan aplikasi perusahaan vertikal. 
  2. Extragrid. Berdasarkan sebuah organisasi tunggal, extragrid memperluas konsep dengan menyatukan dua atau lebih intragrids. Sebuah extragrid, seperti digambarkan,  biasanya melibatkan lebih dari satu penyedia keamanan, dan tingkat kompleksitas manajemen meningkat. Karakteristik utama dari extragrid tersebar keamanan,  beberapa organisasi, dan konektivitas remote / WAN. Dalam sebuah extragrid, sumber daya menjadi lebih dinamis dan grid Anda  perlu lebih reaktif untuk kegagal sumber daya dan komponen. Desain menjadi lebih rumit dan layanan informasi menjadi relevan untuk memastikan bahwa sumber daya grid memiliki akses ke manajemen beban kerja pada waktu berjalan. Sebuah bisnis akan mendapat manfaat dari extragrid jika ada inisiatif bisnis untuk mengintegrasikan dengan mitra bisnis eksternal terpercaya. Sebuah extragrid  juga bisa digunakan dalam kapasitas B2B dan / atau untuk membangun hubungan kepercayaan.
  3. Intergrid. Sebuah intergrid membutuhkan integrasi dinamis aplikasi, sumber daya, dan  jasa dengan pola, pelanggan, dan setiap organisasi yang berwenang lainnya yang akan memperoleh akses ke jaringan melalui internet / WAN.Sebuah intergrid topologi, seperti digambarkan, terutama digunakan oleh perusahaan rekayasa, industri ilmu kehidupan, produsen, dan dengan bisnis di industri keuangan. Karakteristik utama dari intergrid meliputi keamanan tersebar, beberapa organisasi, dan konektivitas remote / WAN. Data dalam intergrid adalah data publik global, dan aplikasi (baik verticaland horisontal) harus dimodifikasi untuk khalayak global. Sebuah bisnis mungkin menganggap suatu yang diperlukan intergrid jika ada kebutuhan untuk komputasi peer-to-peer, sebuah komunitas komputasi kolaboratif, atau disederhanakan proses dengan organisasi yang akan menggunakan intergrid akhir-to-end.

Kelebihan Dan Kekurangan Grid Computing :

Kelebihan :

  1. Grid computing menjanjikan peningkatan utilitas, dan fleksibilitas yang lebih besar untuk sumberdaya infrastruktur, aplikasi dan informasi. Dan juga menjanjikan peningkatan produktivitas kerja perusahaan.
  2. Grid computing bisa memberi penghematan uang, baik dari sisi investasi modal maupun operating cost–nya.
Kekurangan :

  1. Manajemen institusi yang terlalu birokratis menyebabkan mereka enggan untuk merelakan fasilitas yang dimiliki untuk digunakan secara bersama agar mendapatkan manfaat yan lebih besar bagi masyarakat luas.
  2. Masih sedikitnya Sumber Daya Manusia yang kompeten dalam mengelola grid computing. Contonhya kurangnya pengetahuan yang mencukupi bagi teknisi IT maupun user non teknisi mengenai manfaat dari grid computing itu sendiri.


Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Grid_computing
http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_grid
http://www.academia.edu/5111326/GRID_COMPUTING_PAPER
http://nasyasora.blogspot.com/
http://lukmanpulungan.blogspot.com/2013/12/grid-computing.html

Cloud Computing

Cloud Computing

Komputasi awan (cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.

Manfaat Cloud Computing :

  • Skalabilitas, yaitu dengan cloud computing pengguna bisa menambah kapasitas penyimpanan data tanpa harus membeli peralatan tambahan, misalnya hardisk dll. Pengguna cukup menambah kapasitas yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing.
  • Aksesbilitas, yaitu pengguna bisa mengakses data kapanpun dan dimanapun pengguna berada, asal terkoneksi dengan internet, sehingga memudahkan pengguna untuk mengakses data disaat yang penting. 
  • Keamanan, yaitu data pengguna bisa terjamin keamanan nya oleh penyedia layanan cloud computing, sehingga bagi perusahaan yang berbasis IT, data bisa disimpan secara aman di penyedia cloud computing. Itu juga mengurangi biaya yang diperlukan untuk mengamankan data perusahaan.
  • Kreasi, yaitu para pengguna bisa melakukan/mengembangkan kreasi atau project mereka tanpa harus mengirimkan project mereka secara langsung ke perusahaan, tapi user bisa mengirimkannya lewat penyedia layanan cloud computing.
  • Kecemasan, ketika terjadi bencana alam data milik pengguna tersimpan aman di cloud meskipun hardisk atau gadget pengguna rusak.

Karakteristik Cloud Computing :

  • On-demand self-service. Konsumen dapat menentukan sendiri kemampuan komputasi yang diinginkan, seperti waktu penggunaan server dan penyimpanan pada jaringan, tanpa harus berinteraksi langsung (antar manusia) dengan pemberi jasa layanan.
  • Broad network access. Kemampuan tersebut tersedia pada jaringan dan diakses melalui mekanisme standar yang dapat digunakan dengan semua jenis platform klien, thin or thick  (misalnya, smartphone, tablet, laptop, maupun workstation).
  • Resource pooling. Sumber daya komputasi dari penyedia layanan terkumpul untuk melayani banyak konsumen, menggunakan model multi-tenant, dengan sumber daya yang berbeda-beda, baik fisik maupun virtual, yang secara dinamis dapat dijalankan dan dipindahkan sesuai dengan permintaan konsumen. Ada nuansa kemandirian lokasi yang umumnya tidak dialami pelanggan, yang biasanya tidak dapat mengetahui atau dapat mengendalikan lokasi, secara tepat, dari sumber daya daya yang disediakan, namun mungkin dapat menentukan lokasi pada tingkat abstraksi yang lebih tinggi (misalnya, negara, atau datacenter). Contoh sumber daya termasuk penyimpanan, pemrosesan, memori, dan bandwidth jaringan.
  • Rapid elasticity. Kemampuan dapat secara elastis ditentukan dan diluncurkan, dalam beberapa kasus secara otomatis, pada skala yang cepat berkembang, naik maupun turun, sepadan dengan permintaan. Untuk konsumen, kemampuan yang tersedia untuk provisioning menjadi tidak terbatas dan dapat disesuaikan dalam secara kuantitas setiap saat.
  • Measured service. Sistem cloud secara otomatis mengontrol dan mengoptimalisasi penggunaan sumber daya, memanfaatkan kemampuan pengukuran (biasanya secara pay-per-use atau charge-per-use)  pada tiap tingkat abstraksi yang sesuai dengan jenis layanan (misalnya: penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan akun pengguna aktif). Penggunaan sumber daya dapat dipantau, dikendalikan dan dilaporkan, menciptakan keterbukaan kepada baik penyedia jasa maupun pengguna pada layanan yang dilakukan.

Layanan Cloud Computing :

Berdasarkan jenis layanan-nya, Cloud Computing dibagi menjadi berikut ini:


  1. Software as a Service (SaaS)
  2. Platform as a Service (PaaS)
  3. Infrastructure as a Service (IaaS)
  • Software as a Service (SaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana pengguna tinggal memakai software (perangkat lunak) yang telah disediakan. Pengguna cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik. Contoh: layanan email publik (Gmail, YahooMail, Hotmail, dsb), social network (Facebook, Twitter, dsb) instant messaging (YahooMessenger, Skype, GTalk, dsb) dan masih banyak lagi yang lain.  Dalam perkembangan-nya, banyak perangkat lunak yang dulu hanya bisa dinikmati dengan meng-install aplikasi tersebut di komputer (on-premise) mulai bisa dinikmati melewati cloud computing. Keuntungan-nya, pengguna tidak perlu membeli lisensi dan tinggal terkoneksi ke internet untuk memakai-nya. Contoh: Microsoft Office yang sekarang bisa dinikmati lewat Office 365, Adobe Suite yang bisa dinikmati lewat Adobe Creative Cloud.
  • Platform as a Service (PaaS) adalah layanan yang menyediakan computing platform. Biasanya sudah terdapat sistem operasi, database, web server dan framework aplikasi agar dapat menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Perusahaan yang menyediakan layanan tersebutlah yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan computing platform ini. Keuntungan layanan PaaS ini bagi pengembang adalah mereka bisa fokus pada aplikasi yang mereka buat tanpa memikirkan tentang pemeliharaan dari computing platform. Contoh penyedia layanan PaaS adalah Amazon Web Service dan Windows Azure.
  • Infrastructure as a Service (IaaS) adalah layanan komputasi awan yang menyediakan infrastruktur IT berupa CPU, RAM, storage, bandwith dan konfigurasi lain. Komponen-komponen tersebut digunakan untuk membangun komputer virtual. Komputer virtual dapat di-install sistem operasi dan aplikasi sesuai kebutuhan. Keuntungan layanan IaaS ini adalah tidak perlu membeli komputer fisik sehingga lebih menghemat biaya. Konfigurasi komputer virtual juga bisa diubah sesuai kebutuhan. Misalkan saat storage hampir penuh, storage bisa ditambah dengan segera. Perusahaan yang menyediakan IaaS adalah Amazon EC2, TelkomCloud dan BizNetCloud.

Bentuk Penyebaran Cloud Computing :

  • Private cloud. Infrastruktur cloud yang ditetapkan secara eksklusif untuk digunakan oleh satu organisasi yang membawahi beberapa konsumen (misalnya: unit bisnis). Dapat dimiliki, diatur dan dikendalikan oleh organisasi, pihak ketiga, atau paduan antar keduanya, dan dapat berada pada atau diluar lokasi.
  • Community cloud. Infrastruktur cloud yang ditetapkan secara eksklusif untuk digunakan oleh komunitas konsumen dari organisasi yang memiliki kepedulian yang sama (misalnya: misi, kebutuhan keamanan, kebijakan dan  pertimbangan kepatuhan). Mungkin dimiliki, diatur dan dijalankan oleh satu atau lebih organisasi dalam komunitas, pihak ketiga, atau paduan antar keduanya, dan dapat berada pada atau diluar lokasi.
  • Public cloud. Infrastruktur cloud yang ditetapkan untuk bebas digunakan oleh masyarakat luas. Mungkin dimiliki, diatur, dan dijalankan oleh organisasi bisnis, akademis atau pemerintahan, atau kombinasi diantaranya. Berada pada lokasi penyedia layanan cloud.
  • Hybrid cloud. Infrastruktur cloud yang merupakan komposisi dari dua atau lebih  infrastruktur cloud yang berbeda (private, community, atau public), yang masing-masing tetap berdiri sendiri sebagai entitasnya, namun terikat dengan standar atau kepemilikan teknologi yang sama, yang memungkinan portabilitas data dan aplikasi (seperti: cloud bursting untuk penyeimbang beban antar cloud).

Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Cloud_computing
http://thoughtsoncloud.com/2014/02/how-does-cloud-computing-work/
http://computer.howstuffworks.com/cloud-computing/cloud-computing.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan