Senin, 09 Maret 2015

Cloud Computing

Cloud Computing

Komputasi awan (cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.

Manfaat Cloud Computing :

  • Skalabilitas, yaitu dengan cloud computing pengguna bisa menambah kapasitas penyimpanan data tanpa harus membeli peralatan tambahan, misalnya hardisk dll. Pengguna cukup menambah kapasitas yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing.
  • Aksesbilitas, yaitu pengguna bisa mengakses data kapanpun dan dimanapun pengguna berada, asal terkoneksi dengan internet, sehingga memudahkan pengguna untuk mengakses data disaat yang penting. 
  • Keamanan, yaitu data pengguna bisa terjamin keamanan nya oleh penyedia layanan cloud computing, sehingga bagi perusahaan yang berbasis IT, data bisa disimpan secara aman di penyedia cloud computing. Itu juga mengurangi biaya yang diperlukan untuk mengamankan data perusahaan.
  • Kreasi, yaitu para pengguna bisa melakukan/mengembangkan kreasi atau project mereka tanpa harus mengirimkan project mereka secara langsung ke perusahaan, tapi user bisa mengirimkannya lewat penyedia layanan cloud computing.
  • Kecemasan, ketika terjadi bencana alam data milik pengguna tersimpan aman di cloud meskipun hardisk atau gadget pengguna rusak.

Karakteristik Cloud Computing :

  • On-demand self-service. Konsumen dapat menentukan sendiri kemampuan komputasi yang diinginkan, seperti waktu penggunaan server dan penyimpanan pada jaringan, tanpa harus berinteraksi langsung (antar manusia) dengan pemberi jasa layanan.
  • Broad network access. Kemampuan tersebut tersedia pada jaringan dan diakses melalui mekanisme standar yang dapat digunakan dengan semua jenis platform klien, thin or thick  (misalnya, smartphone, tablet, laptop, maupun workstation).
  • Resource pooling. Sumber daya komputasi dari penyedia layanan terkumpul untuk melayani banyak konsumen, menggunakan model multi-tenant, dengan sumber daya yang berbeda-beda, baik fisik maupun virtual, yang secara dinamis dapat dijalankan dan dipindahkan sesuai dengan permintaan konsumen. Ada nuansa kemandirian lokasi yang umumnya tidak dialami pelanggan, yang biasanya tidak dapat mengetahui atau dapat mengendalikan lokasi, secara tepat, dari sumber daya daya yang disediakan, namun mungkin dapat menentukan lokasi pada tingkat abstraksi yang lebih tinggi (misalnya, negara, atau datacenter). Contoh sumber daya termasuk penyimpanan, pemrosesan, memori, dan bandwidth jaringan.
  • Rapid elasticity. Kemampuan dapat secara elastis ditentukan dan diluncurkan, dalam beberapa kasus secara otomatis, pada skala yang cepat berkembang, naik maupun turun, sepadan dengan permintaan. Untuk konsumen, kemampuan yang tersedia untuk provisioning menjadi tidak terbatas dan dapat disesuaikan dalam secara kuantitas setiap saat.
  • Measured service. Sistem cloud secara otomatis mengontrol dan mengoptimalisasi penggunaan sumber daya, memanfaatkan kemampuan pengukuran (biasanya secara pay-per-use atau charge-per-use)  pada tiap tingkat abstraksi yang sesuai dengan jenis layanan (misalnya: penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan akun pengguna aktif). Penggunaan sumber daya dapat dipantau, dikendalikan dan dilaporkan, menciptakan keterbukaan kepada baik penyedia jasa maupun pengguna pada layanan yang dilakukan.

Layanan Cloud Computing :

Berdasarkan jenis layanan-nya, Cloud Computing dibagi menjadi berikut ini:


  1. Software as a Service (SaaS)
  2. Platform as a Service (PaaS)
  3. Infrastructure as a Service (IaaS)
  • Software as a Service (SaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana pengguna tinggal memakai software (perangkat lunak) yang telah disediakan. Pengguna cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik. Contoh: layanan email publik (Gmail, YahooMail, Hotmail, dsb), social network (Facebook, Twitter, dsb) instant messaging (YahooMessenger, Skype, GTalk, dsb) dan masih banyak lagi yang lain.  Dalam perkembangan-nya, banyak perangkat lunak yang dulu hanya bisa dinikmati dengan meng-install aplikasi tersebut di komputer (on-premise) mulai bisa dinikmati melewati cloud computing. Keuntungan-nya, pengguna tidak perlu membeli lisensi dan tinggal terkoneksi ke internet untuk memakai-nya. Contoh: Microsoft Office yang sekarang bisa dinikmati lewat Office 365, Adobe Suite yang bisa dinikmati lewat Adobe Creative Cloud.
  • Platform as a Service (PaaS) adalah layanan yang menyediakan computing platform. Biasanya sudah terdapat sistem operasi, database, web server dan framework aplikasi agar dapat menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Perusahaan yang menyediakan layanan tersebutlah yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan computing platform ini. Keuntungan layanan PaaS ini bagi pengembang adalah mereka bisa fokus pada aplikasi yang mereka buat tanpa memikirkan tentang pemeliharaan dari computing platform. Contoh penyedia layanan PaaS adalah Amazon Web Service dan Windows Azure.
  • Infrastructure as a Service (IaaS) adalah layanan komputasi awan yang menyediakan infrastruktur IT berupa CPU, RAM, storage, bandwith dan konfigurasi lain. Komponen-komponen tersebut digunakan untuk membangun komputer virtual. Komputer virtual dapat di-install sistem operasi dan aplikasi sesuai kebutuhan. Keuntungan layanan IaaS ini adalah tidak perlu membeli komputer fisik sehingga lebih menghemat biaya. Konfigurasi komputer virtual juga bisa diubah sesuai kebutuhan. Misalkan saat storage hampir penuh, storage bisa ditambah dengan segera. Perusahaan yang menyediakan IaaS adalah Amazon EC2, TelkomCloud dan BizNetCloud.

Bentuk Penyebaran Cloud Computing :

  • Private cloud. Infrastruktur cloud yang ditetapkan secara eksklusif untuk digunakan oleh satu organisasi yang membawahi beberapa konsumen (misalnya: unit bisnis). Dapat dimiliki, diatur dan dikendalikan oleh organisasi, pihak ketiga, atau paduan antar keduanya, dan dapat berada pada atau diluar lokasi.
  • Community cloud. Infrastruktur cloud yang ditetapkan secara eksklusif untuk digunakan oleh komunitas konsumen dari organisasi yang memiliki kepedulian yang sama (misalnya: misi, kebutuhan keamanan, kebijakan dan  pertimbangan kepatuhan). Mungkin dimiliki, diatur dan dijalankan oleh satu atau lebih organisasi dalam komunitas, pihak ketiga, atau paduan antar keduanya, dan dapat berada pada atau diluar lokasi.
  • Public cloud. Infrastruktur cloud yang ditetapkan untuk bebas digunakan oleh masyarakat luas. Mungkin dimiliki, diatur, dan dijalankan oleh organisasi bisnis, akademis atau pemerintahan, atau kombinasi diantaranya. Berada pada lokasi penyedia layanan cloud.
  • Hybrid cloud. Infrastruktur cloud yang merupakan komposisi dari dua atau lebih  infrastruktur cloud yang berbeda (private, community, atau public), yang masing-masing tetap berdiri sendiri sebagai entitasnya, namun terikat dengan standar atau kepemilikan teknologi yang sama, yang memungkinan portabilitas data dan aplikasi (seperti: cloud bursting untuk penyeimbang beban antar cloud).

Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Cloud_computing
http://thoughtsoncloud.com/2014/02/how-does-cloud-computing-work/
http://computer.howstuffworks.com/cloud-computing/cloud-computing.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar